Brainrot atau orang menyebut kebusukan otak adalah kondisi ketika fungsi otak sudah mulai menurun. Berbeda dengan demensia (pikun) yang lebih disebabkan karena masalah medis seperti neurodegeneratif atau kerusakan vaskular, brainrot lebih disebabkan oleh faktor kebiasaan. Kebiasaan yang menjadi penyebab utama brainrot adalah scrolling media sosial ataupun konsumsi vidio-vidio pendek yang tidak berfaedah. Atau orang biasa menyebut konten receh.
Paparan vidio pendek atau informasi yang melompat-lompat dalam waktu yang relatif singkat ternyata dapat menjadikan orang sulit fokus dalam waktu yang lama. Konten hiburan receh yang dikonsumsi menghasilkan dopamin instan yang membuat otak terbiasa untuk dapat kesenangan tanpa perlu melakukan perjuangan, bentuk perjuangan dalam hal ini tentu saja adalah berpikir.
Sulit untuk fokus. Sekadar fokus saja sulit apalagi fokus dalam waktu yang lama. Menurunnya kemampuan untuk berpikir mendalam termasuk berpikir kritis, analitik, dan kreatif. Dan juga menjadi lebih mudah cemas serta gampang marah, adalah beberapa tanda orang terkena brainrot.
Sayangnya, saya merasa tanda-tanda tersebut sudah ada dalam diri saya.