Sunday, February 1, 2026

Rumah Kami Telah Berubah


Hujan adalah anugerah.
Setiap tetesnya berkah.
Kehendak langit yang dulu menyuburkan tanah-tanah.

Pernah ada masa
tak ada yang lebih ditunggu selain hujan.
Gemriciknya pengantar tidur paling nyaman.
Rindang tajuk pepohonan menawarkan pelukan,
memberi hangat dan rasa aman.

Tak pernah terlintas di benak,
hujan akan menjadi sumber ketakutan.
Datang liar, tak pandang bulu,
menghanyutkan siapa saja.
Yang bertahan, hanyalah mereka yang beruntung.

Tuhan masih menurunkan hujan yang sama.
Hanya pelukan sang rimba yang telah sirna.
Tersisa tanah,
yang di hadapan air,
tak lagi berdaya.

Tuhan masih memberi hujan yang sama.
Hanya rumah hijau kami
yang telah berganti rupa.

Dan saat kemarau tiba,
ketakutan kami sama besarnya.
Ceruk dan telaga mengering,
dahaga tak menemukan jawab.

Air kini tersisa
di pemukiman manusia.
Kami harus ke sana.

Kami tahu itu berbahaya.
Namun dalam dahaga yang memutus asa,
pilihan lain
tak pernah ada.

No comments:

Post a Comment