Monday, March 16, 2026

Dengar


Dipeluk kesendirian.
Dibelai hening,
diantarkan tidur dongeng-dongeng tengah malam

Dililit kesepian.
Erat meremukkan tulang kesadaran.
Bising merusak gendang pikiran.

Sendiri, sepi.
Satu adalah pilihan.
Satu lainnya adalah keadaan

Mantra sakti nasihat-nasihat tak dibutuhkan.
Hanya dengan didengar,
mereka dapat disembuhkan.

Thursday, February 26, 2026

Selamat Ulang Tahun Nisa

Semoga selalu diberikan kesehatan, perlindungan, keselamatan, dan umur yang panjang.

Terimakasih sudah menjadi anak gadis yang menginspirasi.

Ah, mana tahu kamu soal menginspirasi.

Tapi yang jelas, kebandelanmu layak untuk diapresiasi.

Kebandelanmu telah membuka mata dan hati banyak manusia untuk lebih peduli.

Menjadi sadar bahwa di bumi, manusia berdampingan dengan makhluk lainya.

Menjadi sadar, bahwa manusia tidak boleh semaunya.

Kebandelan yang sangat bisa diterima.

Kebandelan yang kami semua sepakat, “ah, namanya juga anak-anak”

Sekali lagi selamat ulang tahun.

Sehat-sehat untuk kamu dan semua keluarga besarmu.

Dan maafkan semua egoisme dan keserakahan kami.

Tuesday, February 24, 2026

Story of Punch

Punch berlari menghampiri “ibunya”, menyelamatkan diri dari monyet-monyet lain yang merundungnya. Bukan “sang ibu” yang memeluknya, dialah yang aktif memeluk sosok “ibunya”. Boneka monyet berwarna oren adalah sosok pengganti ibunya yang menurut informasi tidak mau menerimanya. Keeper memberi Punch boneka oren agar dia tidak merasa sendirian, agar dia merasa ada sosok ibu yang selalu bersamanya.

Tentu saja kita semua tidak tahu bagaimana sebenarnya Punch menganggap dan menilai sosok boneka oren. Yang kita tahu, punch selalu bersama boneka oren. Punch selalu berlari ke boneka oren setiap kali ada yang merundungnya. Hal-hal yang membuat orang-orang menilai bahwa punch menganggap boneka oren adalah ibunya.

Namun jika diperhatikan, mungkin sosok ibu sebenarnya yang dimiliki Punch adalah keepernya. Betapa di banyak kesempatan, Punch lebih memilih berlari dan memeluk keepernya daripada “sang ibu”. Untuk makhluk yang instingnya begitu kuat, memilih keeper sebagai sosok prioritas menandakan sang keeper bisa memberikan rasa lebih aman. Rasa yang dihadirkan oleh sosok seorang ibu.

Sesuatu yang sedikit memberikan gambaran bahwa pada akhirnya kita akan kembali ke kenyataan. Sosok keeper adalah sosok nyata yang memang memberikan rasa aman. Dan “sang ibu” adalah sosok nyata yang rasa amanya karena bersugesti demikian.

Monday, February 16, 2026

Nukang di Minggu Pagi

Minggu pagi, saatnya kepala rumah tangga tampil lebih kontributif untuk lingkungan tempat tinggalnya. Mereka, para bapak-bapak seolah berlomba melakukan beragam aktivitas untuk rumah dan atau keluarganya. Suatu hal yang cukup wajar mengingat Minggu adalah waktu rehat sekaligus recharge setelah full week days harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk urusan pekerjaan di luar rumah.

Pun dengan lingkungan tempat saya tinggal. Minggu pagi adalah waktu untuk para bapak-bapak menunjukkan keterampilan nukangnya. Ada yang sedari pagi sudah memegang bor dan gergaji untuk membuat kandang kambing. Ada yang mengecat pagar rumah nya. Ada yang sudah pulang dari mencari rumput untuk kambing-kambingnya. Ada pula yang sedang mencampur semen dengan pasir untuk membuat hiasan berupa pot.

Mereka melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sendirian. Dan bisa tanpa bantuan. Terasa biasa bagi yang melakukan, tetapi mungkin terlihat manly bagi yang tidak pernah melakukan. Apalagi tidak pernah melakukan karena memang kurang terampil.

Sebagai orang yang dikelilingi bapak-bapak sibuk di hari Minggu, tentu saja saya tidak mau kalah. Juga harus ada aktivitas untuk mengisi hari Minggu yang semoga produktif ini.

Dan disaat tetangga ada yang membuat kandang, ada yang sudah mencari rumput, ada yang mengecat pagar, dan ada pula yang membuat pot, maka hal keren yang kulakukan disaat yang sama adalah, memandikan anak kucing.

Sunday, February 15, 2026

Nisa Hanya Tahu, Main Bikin Gembira

Nisa sedih kalau terlalu lama jauh dari Mama.

Kak Yongki pasti juga sedih,

dia sudah lama jauh dari Mamamnya.

Kalau Nisa sedih,

Nisa akan main biar gembira.

Nisa gak suka sedih,

sedih bikin hati tidak enak.

Berarti kasihan Kak Yongki,

hatinya pasti tidak enak.

Nisa mau Kak Yongki tidak sedih.

Nisa mau ngajak main Kak Yongki.

Karena Nisa senang kalau main, 

Kak Yongki pasti juga senang kalau diajak main.

Sunday, February 1, 2026

Rumah Kami Telah Berubah


Hujan adalah anugerah.
Setiap tetesnya berkah.
Kehendak langit yang dulu menyuburkan tanah-tanah.

Pernah ada masa
tak ada yang lebih ditunggu selain hujan.
Gemriciknya pengantar tidur paling nyaman.
Rindang tajuk pepohonan menawarkan pelukan,
memberi hangat dan rasa aman.

Tak pernah terlintas di benak,
hujan akan menjadi sumber ketakutan.
Datang liar, tak pandang bulu,
menghanyutkan siapa saja.
Yang bertahan, hanyalah mereka yang beruntung.

Tuhan masih menurunkan hujan yang sama.
Hanya pelukan sang rimba yang telah sirna.
Tersisa tanah,
yang di hadapan air,
tak lagi berdaya.

Tuhan masih memberi hujan yang sama.
Hanya rumah hijau kami
yang telah berganti rupa.

Dan saat kemarau tiba,
ketakutan kami sama besarnya.
Ceruk dan telaga mengering,
dahaga tak menemukan jawab.

Air kini tersisa
di pemukiman manusia.
Kami harus ke sana.

Kami tahu itu berbahaya.
Namun dalam dahaga yang memutus asa,
pilihan lain
tak pernah ada.

Thursday, January 29, 2026

Caraku Melawan Brainrot

Brainrot atau orang menyebut kebusukan otak adalah kondisi ketika fungsi otak sudah mulai menurun. Berbeda dengan demensia (pikun) yang lebih disebabkan karena masalah medis seperti neurodegeneratif atau kerusakan vaskular, brainrot lebih disebabkan oleh faktor kebiasaan. Kebiasaan yang menjadi penyebab utama brainrot adalah scrolling media sosial ataupun konsumsi vidio-vidio pendek yang tidak berfaedah. Atau orang biasa menyebut konten receh.

Paparan vidio pendek atau informasi yang melompat-lompat dalam waktu yang relatif singkat ternyata dapat menjadikan orang sulit fokus dalam waktu yang lama. Konten hiburan receh yang dikonsumsi menghasilkan dopamin instan yang membuat otak terbiasa untuk dapat kesenangan tanpa perlu melakukan perjuangan, bentuk perjuangan dalam hal ini tentu saja adalah berpikir.

Sulit untuk fokus. Sekadar fokus saja sulit apalagi fokus dalam waktu yang lama. Menurunnya kemampuan untuk berpikir mendalam termasuk berpikir kritis, analitik, dan kreatif. Dan juga menjadi lebih mudah cemas serta gampang marah, adalah beberapa tanda orang terkena brainrot.

Sayangnya, saya merasa tanda-tanda tersebut sudah ada dalam diri saya.