Minggu pagi, saatnya kepala rumah tangga tampil lebih kontributif untuk lingkungan tempat tinggalnya. Mereka, para bapak-bapak seolah berlomba melakukan beragam aktivitas untuk rumah dan atau keluarganya. Suatu hal yang cukup wajar mengingat Minggu adalah waktu rehat sekaligus recharge setelah full week days harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk urusan pekerjaan di luar rumah.
Pun dengan lingkungan tempat saya tinggal. Minggu pagi adalah waktu untuk para bapak-bapak menunjukkan keterampilan nukangnya. Ada yang sedari pagi sudah memegang bor dan gergaji untuk membuat kandang kambing. Ada yang mengecat pagar rumah nya. Ada yang sudah pulang dari mencari rumput untuk kambing-kambingnya. Ada pula yang sedang mencampur semen dengan pasir untuk membuat hiasan berupa pot.
Mereka melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sendirian. Dan bisa tanpa bantuan. Terasa biasa bagi yang melakukan, tetapi mungkin terlihat manly bagi yang tidak pernah melakukan. Apalagi tidak pernah melakukan karena memang kurang terampil.
Sebagai orang yang dikelilingi bapak-bapak sibuk di hari Minggu, tentu saja saya tidak mau kalah. Juga harus ada aktivitas untuk mengisi hari Minggu yang semoga produktif ini.
Dan disaat tetangga ada yang membuat kandang, ada yang sudah mencari rumput, ada yang mengecat pagar, dan ada pula yang membuat pot, maka hal keren yang kulakukan disaat yang sama adalah, memandikan anak kucing.
Monday, February 16, 2026
Sunday, February 15, 2026
Nisa Hanya Tahu, Main Bikin Gembira
Kak Yongki pasti juga sedih,
dia sudah lama jauh dari Mamamnya.
Kalau Nisa sedih,
Nisa akan main biar gembira.
Nisa gak suka sedih,
sedih bikin hati tidak enak.
Berarti kasihan Kak Yongki,
hatinya pasti tidak enak.
Nisa mau Kak Yongki tidak sedih.
Nisa mau ngajak main Kak Yongki.
Karena Nisa senang kalau main,
Kak Yongki pasti juga senang kalau diajak main.
Sunday, February 1, 2026
Rumah Kami Telah Berubah
Setiap tetesnya berkah.
Kehendak langit yang dulu menyuburkan tanah-tanah.
Pernah ada masa
tak ada yang lebih ditunggu selain hujan.
Gemriciknya pengantar tidur paling nyaman.
Rindang tajuk pepohonan menawarkan pelukan,
memberi hangat dan rasa aman.
Tak pernah terlintas di benak,
hujan akan menjadi sumber ketakutan.
Datang liar, tak pandang bulu,
menghanyutkan siapa saja.
Yang bertahan, hanyalah mereka yang beruntung.
Tuhan masih menurunkan hujan yang sama.
Hanya pelukan sang rimba yang telah sirna.
Tersisa tanah,
yang di hadapan air,
tak lagi berdaya.
Tuhan masih memberi hujan yang sama.
Hanya rumah hijau kami
yang telah berganti rupa.
Dan saat kemarau tiba,
ketakutan kami sama besarnya.
Ceruk dan telaga mengering,
dahaga tak menemukan jawab.
Air kini tersisa
di pemukiman manusia.
Kami harus ke sana.
Kami tahu itu berbahaya.
Namun dalam dahaga yang memutus asa,
pilihan lain
tak pernah ada.
Kehendak langit yang dulu menyuburkan tanah-tanah.
Pernah ada masa
tak ada yang lebih ditunggu selain hujan.
Gemriciknya pengantar tidur paling nyaman.
Rindang tajuk pepohonan menawarkan pelukan,
memberi hangat dan rasa aman.
Tak pernah terlintas di benak,
hujan akan menjadi sumber ketakutan.
Datang liar, tak pandang bulu,
menghanyutkan siapa saja.
Yang bertahan, hanyalah mereka yang beruntung.
Tuhan masih menurunkan hujan yang sama.
Hanya pelukan sang rimba yang telah sirna.
Tersisa tanah,
yang di hadapan air,
tak lagi berdaya.
Tuhan masih memberi hujan yang sama.
Hanya rumah hijau kami
yang telah berganti rupa.
Dan saat kemarau tiba,
ketakutan kami sama besarnya.
Ceruk dan telaga mengering,
dahaga tak menemukan jawab.
Air kini tersisa
di pemukiman manusia.
Kami harus ke sana.
Kami tahu itu berbahaya.
Namun dalam dahaga yang memutus asa,
pilihan lain
tak pernah ada.
Thursday, January 29, 2026
Caraku Melawan Brainrot
Brainrot atau orang menyebut kebusukan otak adalah kondisi ketika fungsi otak sudah mulai menurun. Berbeda dengan demensia (pikun) yang lebih disebabkan karena masalah medis seperti neurodegeneratif atau kerusakan vaskular, brainrot lebih disebabkan oleh faktor kebiasaan. Kebiasaan yang menjadi penyebab utama brainrot adalah scrolling media sosial ataupun konsumsi vidio-vidio pendek yang tidak berfaedah. Atau orang biasa menyebut konten receh.
Paparan vidio pendek atau informasi yang melompat-lompat dalam waktu yang relatif singkat ternyata dapat menjadikan orang sulit fokus dalam waktu yang lama. Konten hiburan receh yang dikonsumsi menghasilkan dopamin instan yang membuat otak terbiasa untuk dapat kesenangan tanpa perlu melakukan perjuangan, bentuk perjuangan dalam hal ini tentu saja adalah berpikir.
Sulit untuk fokus. Sekadar fokus saja sulit apalagi fokus dalam waktu yang lama. Menurunnya kemampuan untuk berpikir mendalam termasuk berpikir kritis, analitik, dan kreatif. Dan juga menjadi lebih mudah cemas serta gampang marah, adalah beberapa tanda orang terkena brainrot.
Sayangnya, saya merasa tanda-tanda tersebut sudah ada dalam diri saya.
Tuesday, January 27, 2026
Menciptakan Momen Sempurna
Pernah gak, kita merasa perlu menunggu datangnya momen yang sempurna untuk memulai sesuatu. Menunggu tanggal atau bulan tertentu untuk memulai kebiasaan baru. Menunggu segala sesuatu terasa siap dahulu sebelum mulai untuk mengerjakan sesuatu.
Mau mulai menabung, tunggu ah, bulan depan saja. Mau mulai olahraga, nanti ah, beli smart watch dulu. Mau memulai bisnis, nanti ah nunggu modal terkumpul dahulu. Kita merasa, yang kita tunggu adalah hal ideal yang tanpanya kita tidak bisa mulai apa-apa. Kita merasa, yang kita tunggu adalah hal ideal, yang dengannya, pasti semua hasil akan sempurna.
Kemudian para motivator ataupun pakar pengembangan diri mengungkapkan. Mulai aja dahulu. Tidak ada momen yang benar-benar sempurna. Satu-satunya momen yang ada hanyalah momen yang selesai. Yaitu momen ketika kita mulai mengerjakan sesuatu, tanpa menunda. Tanpa menunggu.
Namun menurutku, momen sempurna itu ada. Bisa ditunggu tetapi tak tahu kapan datangnya. Bisa juga diciptakan saat itu juga atau beberapa saat kemudian.
Sunday, January 11, 2026
Menulis Kembali, Kembali Menulis
Tak kusangka akhirnya kulakukan kembali hal yang kusuka setelah hiatus sekian lama. Mengolah kata-kata dan menyusunnya menjadi tulisan walaupun sederhana. Menulis, salah satu hal sederhana yang saya suka. Ingat, suka, bukan jago melakukannya.
Begitu pesat dunia digital mengalami perkembangan. Sayangnya, olehnya dengan mudah saya dikalahkan. Hal yang seyogyanya bisa dimanfaatkan hanya saya jadikan sarana hiburan. Dan berakhir, begitu banyak peluang yang terlewatkan.
Ya, saya kalah telak dalam pertempuran.
Gagal memanfaatkan peluang adalah sekecilnya kekalahan. Karena kekalahan terbesar adalah kemunduran akibat terlalu sering mengonsumsi hiburan.
Apa yang dikatakan para ahli tentang fenomena atau kondisi bernama “brain rot” atau kebusukan otak mungkin yang sedang kualami. Atau mungkin kita alami. Tentu saja bukan busuk secara harfiah. Tetapi tentang penurunan fungsi otak termasuk fokus dan kognitif.
Subscribe to:
Comments (Atom)