kami tidak akan seperti malaikat
yang mempertanyakan kuasa-Mu
memilih makhluk perusak
dan penumpah darah sebagai khalifah.
Kami juga tidak akan seperti iblis
yang membantah perintah-Mu
dan mengingkari kepemimpinan manusia.
Tapi Tuhan,
izinkan kami menjadi saksi
di kehidupan berikutnya nanti.
Izinkan kami bersaksi,
bahwa sifat merusak pada manusia itu
memang nyata adanya.
Kami akan bersaksi bahwa
rasa cukup
sepertinya tidak pernah menjadi sifat manusia.
Tempat tinggal kami hilang.
Makanan, semakin sulit kami dapatkan.
Dan bentuk-bentuk rezeki lain
yang Engkau janjikan,
perlahan dirampas oleh mereka punya tangan-tangan.
Air yang seharusnya menghilangkan dahaga,
kini berubah menjadi salah satu pembunuh paling berbahaya.
Tuhan,
semua ini kuasa-Mu.
Semua ini kehendak-Mu.
Dan sekali lagi kami mohon,
kehendaki kami
untuk menjadi saksi
di kehidupan berikutnya nanti.
Sunday, May 24, 2026
Tuesday, May 5, 2026
Sorry Ye
Mungkin anda adalah seorang pemaaf. Orang yang sangat toleran. Bisa memaklumi, memaafkan, bahkan melupakan kesalahan orang lain. Sampai Anda berpikir, orang lain pun juga demikian. Anda merasa orang lain seperti Anda. Anda menjadi sembarangan. Merasa bahwa menjadi menyebalkan atau membuat kesalahan, orang lain pun akan memaklumi, akan memaafkan, akan melupakan.
Dan saat ternyata orang lain tidak seperti Anda, Anda justru merajuk. Merasa bahwa orang lain sensitif, baperan, serta tidak bisa diajak bercanda. Yang Anda lupa, Anda bukan standar untuk semua. Bukan pusat semesta.
Sesuatu yang di luar, belum Anda tahu dan rasa, itu ada.
Monday, March 16, 2026
Dengar
Dipeluk kesendirian.
Dibelai hening,
diantarkan tidur dongeng-dongeng tengah malam
Dililit kesepian.diantarkan tidur dongeng-dongeng tengah malam
Erat meremukkan tulang kesadaran.
Bising merusak gendang pikiran.
Sendiri, sepi.
Satu adalah pilihan.
Satu lainnya adalah keadaan
Mantra sakti nasihat-nasihat tak dibutuhkan.
Hanya dengan didengar,
mereka dapat disembuhkan.
Thursday, February 26, 2026
Selamat Ulang Tahun Nisa
Terimakasih sudah menjadi anak gadis yang menginspirasi.
Ah, mana tahu kamu soal menginspirasi.
Tapi yang jelas, kebandelanmu layak untuk diapresiasi.
Kebandelanmu telah membuka mata dan hati banyak manusia untuk lebih peduli.
Menjadi sadar bahwa di bumi, manusia berdampingan dengan makhluk lainya.
Menjadi sadar, bahwa manusia tidak boleh semaunya.
Kebandelan yang sangat bisa diterima.
Kebandelan yang kami semua sepakat, “ah, namanya juga anak-anak”
Sekali lagi selamat ulang tahun.
Sehat-sehat untuk kamu dan semua keluarga besarmu.
Dan maafkan semua egoisme dan keserakahan kami.
Tuesday, February 24, 2026
Story of Punch
Punch berlari menghampiri “ibunya”, menyelamatkan diri dari monyet-monyet lain yang merundungnya. Bukan “sang ibu” yang memeluknya, dialah yang aktif memeluk sosok “ibunya”. Boneka monyet berwarna oren adalah sosok pengganti ibunya yang menurut informasi tidak mau menerimanya. Keeper memberi Punch boneka oren agar dia tidak merasa sendirian, agar dia merasa ada sosok ibu yang selalu bersamanya.
Tentu saja kita semua tidak tahu bagaimana sebenarnya Punch menganggap dan menilai sosok boneka oren. Yang kita tahu, punch selalu bersama boneka oren. Punch selalu berlari ke boneka oren setiap kali ada yang merundungnya. Hal-hal yang membuat orang-orang menilai bahwa punch menganggap boneka oren adalah ibunya.
Namun jika diperhatikan, mungkin sosok ibu sebenarnya yang dimiliki Punch adalah keepernya. Betapa di banyak kesempatan, Punch lebih memilih berlari dan memeluk keepernya daripada “sang ibu”. Untuk makhluk yang instingnya begitu kuat, memilih keeper sebagai sosok prioritas menandakan sang keeper bisa memberikan rasa lebih aman. Rasa yang dihadirkan oleh sosok seorang ibu.
Sesuatu yang sedikit memberikan gambaran bahwa pada akhirnya kita akan kembali ke kenyataan. Sosok keeper adalah sosok nyata yang memang memberikan rasa aman. Dan “sang ibu” adalah sosok nyata yang rasa amanya karena bersugesti demikian.
Tentu saja kita semua tidak tahu bagaimana sebenarnya Punch menganggap dan menilai sosok boneka oren. Yang kita tahu, punch selalu bersama boneka oren. Punch selalu berlari ke boneka oren setiap kali ada yang merundungnya. Hal-hal yang membuat orang-orang menilai bahwa punch menganggap boneka oren adalah ibunya.
Namun jika diperhatikan, mungkin sosok ibu sebenarnya yang dimiliki Punch adalah keepernya. Betapa di banyak kesempatan, Punch lebih memilih berlari dan memeluk keepernya daripada “sang ibu”. Untuk makhluk yang instingnya begitu kuat, memilih keeper sebagai sosok prioritas menandakan sang keeper bisa memberikan rasa lebih aman. Rasa yang dihadirkan oleh sosok seorang ibu.
Sesuatu yang sedikit memberikan gambaran bahwa pada akhirnya kita akan kembali ke kenyataan. Sosok keeper adalah sosok nyata yang memang memberikan rasa aman. Dan “sang ibu” adalah sosok nyata yang rasa amanya karena bersugesti demikian.
Monday, February 16, 2026
Nukang di Minggu Pagi
Minggu pagi, saatnya kepala rumah tangga tampil lebih kontributif untuk lingkungan tempat tinggalnya. Mereka, para bapak-bapak seolah berlomba melakukan beragam aktivitas untuk rumah dan atau keluarganya. Suatu hal yang cukup wajar mengingat Minggu adalah waktu rehat sekaligus recharge setelah full week days harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk urusan pekerjaan di luar rumah.
Pun dengan lingkungan tempat saya tinggal. Minggu pagi adalah waktu untuk para bapak-bapak menunjukkan keterampilan nukangnya. Ada yang sedari pagi sudah memegang bor dan gergaji untuk membuat kandang kambing. Ada yang mengecat pagar rumah nya. Ada yang sudah pulang dari mencari rumput untuk kambing-kambingnya. Ada pula yang sedang mencampur semen dengan pasir untuk membuat hiasan berupa pot.
Mereka melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sendirian. Dan bisa tanpa bantuan. Terasa biasa bagi yang melakukan, tetapi mungkin terlihat manly bagi yang tidak pernah melakukan. Apalagi tidak pernah melakukan karena memang kurang terampil.
Sebagai orang yang dikelilingi bapak-bapak sibuk di hari Minggu, tentu saja saya tidak mau kalah. Juga harus ada aktivitas untuk mengisi hari Minggu yang semoga produktif ini.
Dan disaat tetangga ada yang membuat kandang, ada yang sudah mencari rumput, ada yang mengecat pagar, dan ada pula yang membuat pot, maka hal keren yang kulakukan disaat yang sama adalah, memandikan anak kucing.
Pun dengan lingkungan tempat saya tinggal. Minggu pagi adalah waktu untuk para bapak-bapak menunjukkan keterampilan nukangnya. Ada yang sedari pagi sudah memegang bor dan gergaji untuk membuat kandang kambing. Ada yang mengecat pagar rumah nya. Ada yang sudah pulang dari mencari rumput untuk kambing-kambingnya. Ada pula yang sedang mencampur semen dengan pasir untuk membuat hiasan berupa pot.
Mereka melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sendirian. Dan bisa tanpa bantuan. Terasa biasa bagi yang melakukan, tetapi mungkin terlihat manly bagi yang tidak pernah melakukan. Apalagi tidak pernah melakukan karena memang kurang terampil.
Sebagai orang yang dikelilingi bapak-bapak sibuk di hari Minggu, tentu saja saya tidak mau kalah. Juga harus ada aktivitas untuk mengisi hari Minggu yang semoga produktif ini.
Dan disaat tetangga ada yang membuat kandang, ada yang sudah mencari rumput, ada yang mengecat pagar, dan ada pula yang membuat pot, maka hal keren yang kulakukan disaat yang sama adalah, memandikan anak kucing.
Sunday, February 15, 2026
Nisa Hanya Tahu, Main Bikin Gembira
Kak Yongki pasti juga sedih,
dia sudah lama jauh dari Mamamnya.
Kalau Nisa sedih,
Nisa akan main biar gembira.
Nisa gak suka sedih,
sedih bikin hati tidak enak.
Berarti kasihan Kak Yongki,
hatinya pasti tidak enak.
Nisa mau Kak Yongki tidak sedih.
Nisa mau ngajak main Kak Yongki.
Karena Nisa senang kalau main,
Kak Yongki pasti juga senang kalau diajak main.
Subscribe to:
Posts (Atom)