About

Hanya karena berjudul “kata kunci”, bukan berarti konten di dalamnya adalah sebuah jawaban. Kata kunci lahir dan hadir atas sebuah keresahan. Bukan keresahan Anda sekalian tetapi murni keresahanku seorang. Keresahan akan hidup yang stagnan, bahkan seperti mengalami kemunduran.

Orang bilang, zaman digital dengan konten serba cepat dan beragam membuat otak manusia menjadi tidak bisa berpikir mendalam. Membuat manusia, begitu tidak mampu untuk memusatkan perhatian. Bahasa lebih lugas tapi ekstrim, mengalami kebusukan otak. “Brainrot”, para pakar menyebut.

Dan kata kunci, adalah media serta caraku untuk melawan. Tidak melawan siapun kecuali diri sendiri yang menderita kemunduran. Ya, kemunduran dirasakan atau tidak, itu adalah salah satu bentuk penderitaan.

Tak akan kusalahkan zaman digital yang serta instan. Karena di tangaku sendirilah kuputuskan pilihan. Mau selalu terbawa arus atau sesekali memberikan perlawanan.

Kata kunci adalah frasa yang sangat sederhana. Tulisan yang dihasilkan adalah rangkaian dari kata-kata. Sementara kunci adalah arti dari salah satu kata pada nama yang diberikan orang tuaku padaku.

Selain bentuk perlawanan, kata kunci juga merupakan simbol egoisme pribadi. Aku menulis hanya demi diriku sendiri. Demi untuk tetap berpikir di tengah gempuran informasi yang tidak perlu dicari. Menulis untuk bisa berlatih tetap fokus di tengah badai informasi yang sangat mudah membuat orang terdistraksi. Dan menulis agar tetap terjaga kognisi ditengah derasnya arus informasi yang justru menurunkan kognitif.

Dan berikut visi dan misi sederhana kata kunci untuk diriku sendiri.

MENGOLAH KATA, MENYEMAI LOGIKA, MENUAI RASA

Dan untuk memudahkan dalam pemetaan pikiran, kupilih beberapa kelompok tulisan

Kelompok tulisan berisi fakta. Tentu saja bukan seperti berita yang selalu aktual, tajam, dan terpercaya. Lebih sederhana, fakta akan berisi cerita-cerita yang benar-benar terjadi. Berisi pengalaman atau kejadian yang nyata adanya.

Akan berisi sudut pandang ataupun opini atas apa yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi. Tulisan tentang benar atau salah menurut sudut pandangku. Tapi tentu saja bukan sebuah penghakiman. Dan tentu saja, sudut pandangku sangat bisa untuk diubah seiring berjalan waktu, atau ketika menemukan kebenaran yang baru.

Seperti namanya, tanya adalah sebuah tanya. Tulisan yang mungkin sedikit filosofis ataupun reflektif, masuk ke dalam kelompok tanya. Sesungguhnya, tanya adalah pondasi dari reflektif-filosofis.

Petik adalah memanen. Mendapatkan hasil. Hal-hal bersifat edukatif akan masuk ke dalam kelompok petik. Tulisan bisa berasal dari hasil diskusi warung kopi, membaca buku, podcast, dan lain sebagainya. Karena sesungguhnya, pembelajaran bisa dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.

Semua yang dikarang, cerita kiasan non fakta yang akan masuk ke dalam kelompoknya. Puisi, prosa, cerita mini, cerpen, akan menjadi jenis-jenisnya.

Karena hidup sendiri adalah sebuah sandiwara, maka dibutuhkan tawa untuk menjalaninya. Humor atau komedi yang entah lucu ataupun tidak, akan menjadi pengisinya.

Dan akhirnya, inilah usahaku untuk melawan kemalasan. Untuk melawan kemunduran. Lewat berpikir untuk menghasilkan rangkaian kata-kata. Kata-kata tidak akan lebih hebat dari aksi nyata. Tapi aku yakin, ia akan lebih baik dari diam saja.

No comments:

Post a Comment