Punch berlari menghampiri “ibunya”, menyelamatkan diri dari monyet-monyet lain yang merundungnya. Bukan “sang ibu” yang memeluknya, dialah yang aktif memeluk sosok “ibunya”. Boneka monyet berwarna oren adalah sosok pengganti ibunya yang menurut informasi tidak mau menerimanya. Keeper memberi Punch boneka oren agar dia tidak merasa sendirian, agar dia merasa ada sosok ibu yang selalu bersamanya.
Tentu saja kita semua tidak tahu bagaimana sebenarnya Punch menganggap dan menilai sosok boneka oren. Yang kita tahu, punch selalu bersama boneka oren. Punch selalu berlari ke boneka oren setiap kali ada yang merundungnya. Hal-hal yang membuat orang-orang menilai bahwa punch menganggap boneka oren adalah ibunya.
Namun jika diperhatikan, mungkin sosok ibu sebenarnya yang dimiliki Punch adalah keepernya. Betapa di banyak kesempatan, Punch lebih memilih berlari dan memeluk keepernya daripada “sang ibu”. Untuk makhluk yang instingnya begitu kuat, memilih keeper sebagai sosok prioritas menandakan sang keeper bisa memberikan rasa lebih aman. Rasa yang dihadirkan oleh sosok seorang ibu.
Sesuatu yang sedikit memberikan gambaran bahwa pada akhirnya kita akan kembali ke kenyataan. Sosok keeper adalah sosok nyata yang memang memberikan rasa aman. Dan “sang ibu” adalah sosok nyata yang rasa amanya karena bersugesti demikian.
No comments:
Post a Comment