Sunday, September 20, 2026

Kenapa Gaboleh Jahat di Tempat Kerja


Ada yang bertanya, “kenapa kita gaboleh jahat di tempat kerja?”

“Lha memangnya kita boleh jahat di tempat lain?”, jawab yang lain dengan pertanyaan yang hampir serupa.

Kita gaboleh jahat di tempat kerja. Kita gaboleh jahat di sekolah. Kita gaboleh jahat di lingkungan tempat kita tingga. Dan kita memang gaboleh jahat dimanapun kita berada. Kita seharusnya baik, bukan jahat.

Dan mungkin satu lagi. Saat ada yang bekerja sudah di taraf untuk memperkaya diri dan atau membiayai gaya hidup. Sebagian yang lain masih ada yang bekerja sebatas hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Monday, September 7, 2026

Aku Orangnya Emang Gini

Ada satu kalimat yang mungkin suka diucapkan oleh orang yang tidak mau berbenah, “aku orangnya emang gini”.

Seolah sudah menjadi tugas dan tanggung jawab orang lain untuk bisa memahami.

Seolah bahwa karakter atau perilaku adalah hal yang tidak bisa diubah.

Seolah bahwa orang lain harus bisa menerima

Seolah orang lain harus mau menolerir karakter dan sikapnya

“aku orangnya emang gini”, kalimat yang diucapkan orang yang erkesan teguh pendirian, walaupun sebenarnya hanya ingin diterima atau ditinggal dengan memaksa.

Kalimat yang diutarakan oleh orang yang beranggapan bahwa seolah dunia hanya ada dua pilihan, take it or leave it.

Tuesday, September 1, 2026

Kenapa Manusia Merusak

Dalam buku sapiens, Riwayat Singkat Umat Manusia, terdapat penjelasan ringkas kenapa manusia bersifat merusak, kejam, dan berbahaya.

Sapiens (manusia) baru menjadi pemuncak rantai makanan kurang lebih 100.000 tahun yang lalu.

Pemuncak rantai makanan yang lain seperti singa dan hiu, mencapai posisi puncak rantai makanan secara bertahap dan butuh waktu selama jutaan tahun.

Proses yang bertahap dan lama memungkinkan alam dan ekosistem untuk beradaptasi dan menciptakan keseimbangan sehingga baik singa maupun hiu tidak menyebabkan kerusakan yang terlalu besar.

Sementara, manusia mencapai puncak rantai makanan dalam waktu yang sangat cepat sehingga lingkungan tidak dapat menyesuaikan diri.

Riwayat bahwa manusia pernah berada di posisi tengah rantai makanan membuat manusia menjadi penuh ketakutan dan kecemasan. Dua perasaan yang membuat manusia menjadi dua kali lebih kejam dan berbahaya.

Sumber Kecerdasan

Bahwa kecerdasan bukan hanya dari sekolah, saya rasa kita harus bersepakat dengan pernyataan tersebut. Apalagi dengan semakin sadarnya orang-orang bahwa kecerdasan ada banyak macamnya.

Aneka macam kecerdasan yang meliputi linguistik, logic-matematik, visual-spasial, kinestetik-jasmani, interpersonal, intrapersonal, musikal, naturalis, dan eksistensial, di belahan dunia manapun, sangat mungkin bahwa kecerdasan-kecerdasan tersebut bukan hanya berasal dari sekolah.

Kita tahu bahwa Thomas Alva Edison adalah salah seorang penemu paling produktif yang memiliki lebih dari 1.000 paten. Dan perlu diketahui, Thomas Alva Edison hanya bersekolah selama 3 bulan. Mungkin waktu bersekolah yang sebentar tersebut membentuk kecerdasannya. Tapi pastilah semua kecerdasan yang ia miliki tidak hanya berasal dari sekolah.

Dan yang paling baru, tentu saja adalah Pak Bahlil. Setidaknya itu yang diakui oleh Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Berdasar apa yang telah dicapai Pak Bahlil hingga kini, dapatlah disimpulkan bahwa beliau adalah orang yang cerdas. Dikombinasikan dengan informasi bahwa Pak Bahlil bersekolah di sekolah yang tidak terlalu terkenal, maka kecerdasan bukan hanya berasal dari sekolah adalah sebuah kesimpulan yang valid.

Namun demikian, bukan berarti fungsi sekolah dalam melahirkan, memupuk, dan mengembangkan kecerdasan boleh diabaikan. Mungkin tidak semua orang menjadi cerdas dengan bersekolah. Tapi, banyak orang yang menjadi cerdas dari bersekolah. Ya, hanya karena ada satu dari sepuluh orang yang tidak menjadi cerdas dari bersekolah, jangan abaikan bahwa ada sembilan orang yang menjadi cerdas karena bersekolah.